Minggu, 14 Juli 2013

Hikmah, Keutamaan & Manfaat Silaturahmi Atau Silaturahim Dalam Islam

Ramadhan 2012
















 Di Bulan Puasa Ramadhan ini, umat Islam juga dianjurkan untuk bersilaturahmi kepada sanak famili ataupun rekan sejawat. Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat agung, mudah dan membawa berkah. Sebagaimana Firman Allah SWT dan Sabda Rasulullah SAW:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS. An Nisaa : 1).
“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka” (QS Muhammad (47):22-23).
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al Hujuraat : 10).
“Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim” (HR. Bukhari).
“Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga” (HR. Bukhari).
“Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi).
Mempererat tali silaturahmi memiliki banyak manfaat bagi umat Islam, diantaranya:
  1. Mendapatkan ridho dari Allah SWT.
  2. Membuat orang yang kita dikunjungi berbahagia.
  3. Disenangi oleh manusia.
  4. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama.
  5. Meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan.
  6. Mempererat tali persaudaraan.
  7. Mempererat tali persahabatan.
  8. Menambah pahala setelah kematiannya. Dalam hal ini kebaikan manusia yang senang bersilaturahmi, akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.
Semoga dengan sedikit informasi di atas, semakin menambah kesempurnaan Kita dalam mempererat tali silaturahmi di Bulan Ramadhan yang suci ini.

Memaksimalkan Amalan Bulan Ramadhan

RAMADAN 1432 H telah tiba menghampiri kita kembali. Pertemuan dengan bulan Ramadan merupakan suatu kenikmatan dari Allah swt yang tiada tara. Ada beberapa sikap yang ditampilkan oleh manusia ketika menghadapi saum Ramadan. Sikap-sikap tersebut terkandung dalam QS. Al-Baqarah ; 183 :

"Wahai orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu saum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."

Ada beberapa sikap yang harus dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Di antara sikap-sikap tersebut antara lain :

1. Berdoa pada Allah agar bisa memasuki bulan Ramadan dengan kondisi yang baik. Hal ini dibuktikan oleh Rasul SAW dan para sahabatnya, mereka sudah memanjatkan doa sejak bulan Rajab. Dalam salah satu haditsnya, Rasul pernah berdoa "Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban serta sampaikanlah kami untuk masuk bulan Ramadan." (HR.Ahmad & Thabrani dari Anas bin Malik)

Selain itu ada juga doa yang biasa dipanjatkan oleh Rasul SAW ;

"Ya Allah selamatkanlah diriku untuk (mengisi) bulan Ramadan, dan selamatkanlah bulan Ramadan untukku, dan selamatkan pula segala ibadahku sebagai ibadah yang diterima." (HR.At-Tirmidzi).

2. Bersyukur atas nikmat Ramadan yang telah diberikan oleh Allah swt.

Makna syukur ini merupakan bentuk ekspresi kegembiraan manusia ketika diberi kesempatan kembali oleh Allah untuk memanfaatkan momentum ibadah saum Ramadan dengan semaksimal mungkin. Imam Nawari dalam kitabnya "al-Adzkaar" menyebutkan bahwa jika seseorang diberi kebahagiaan, maka dia wajib untuk mensyukurinya.

3. Bergembira dengan datangnya Ramadan. Sikap kegembiraan ini merupakan indikator keimanan seseorang. Sikap ini pula yang menunjukkan bahwa orang tersebut mengetahui dengan yakin segala yang terkandung dalam bulan Ramadan seperti halnya: penuh keberkahan, akan dibukakan pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan sebagainya.

4. Merancang agenda kegiatan Ramadan. Perencanaan yang matang menunjukkan perhatian yang penuh terhadap bulan Ramadan sekaligus berusaha mengefektifkan waktu yang hanya sebentar (1 bulan) sehingga kualitas amal merupakan fokus utama. Rancangan kegiatan ini bisa berlaku untuk individu, keluarga, lingkungan kerja, tempat tinggal, dan sebagainya.

5. Menyiapkan ilmu seputar amalan-amalan Ramadan serat mendakwahkannya. Setiap amalan tentu harus sesuai dengan landasan ilmunya. Kesesuaian hal tersebut akan menentukan diterimanya amal oleh yang menghendaki (Allah swt). QS. Al-Anbiya : 7 ; "Bertanyalah kalian kepada orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui."

6. Menyambut Ramadan dengan berusaha meninggalkan perbuatan dosa dan amal buruk lainnya. Memang bisa dirasakan bahwa peluang seseorang untuk berbuat dosa di bulan Ramadan itu kecil. Tapi jangan dilupakan juga untuk bisa meninggalkan segala hal yang kurang bermanfaat.

7. Menyambut Ramadan dengan semangat baru. Suasana baru akan dirasakan dan ditemukan pada bulan Ramadan bila dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya. Karena itu dengan suasana Ramadan ini, sikap-sikap yang perlu ditingkatkan di antaranya: kepada Allah swt dengan bertaubat, kepada Rasul SAW dengan mengamalkan sunnahnya, kepada keluarga dengan banyak bershilaturahim, dan kepada ummat secara keseluruhan dengan memberikan kemanfaatan (khairunnas anfa'uhum linnaas..sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat di antara mereka).

Bulan Ramadan bagi ummat Islam bermakna sebagai bulan kemenangan. Kemenangan yang dimaksud tentu dalam arti hakiki. Di antara argumen bulan kemenangan tersebut antara lain :

Pertama, kemenangan atas nafsu manusia. saum memiliki arti al-Imsak / al-Habsu yang berarti menahan. Sebagai contoh adalah menahan dari makan/minum di siang hari, itu berarti seorang yang saum dia bisa memenangkan dirinya melawan nafsu. Makanan yang halal, istri/suami yang halal saja bisa ditahan, apalagi segala sesuatu yang sudah pasti ketidakhalalannya. Hanya permasalahannya, usaha menahan nafsu ini harus bersifat total.

Kedua, kemenangan atas syetan. Bulan Ramadan identik dengan peningkatan amal ibadah, hal ini menunjukkan grafik keimanan orang Islam pada bulan ini naik. Pengamalan ibadah yang intensif menunjukkan fenomena sebaliknya, dalam arti gangguan syetan bisa dikalahkan. Perbuatan maksiat bisa dihindari dan dijauhkan oleh orang yang saum. Apalagi kalau memperhatikan hadits di atas yang menyatakan bahwa pada saat bulan Ramadan syetan-syetan dibelenggu dan pintu neraka semuanya ditutup.

Ketiga, pahala akan dilipatgandakan. Ramadan juga dikenal dengan bulan penuh pelipatgandaan pahala dan berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Jika seseorang mengamalkan amalan sunnat, maka pahalanya akan disamakan dengan pahala wajib. Serta jika seseorang mengamalkan amalan wajib, maka pahalanya akan dilipatgandakan menjadi 10 kali bahkan 700 kali lipat.

Keempat, dosa-dosa akan diampuni. Sesuai dengan makna Ramadan (panas/terik/membakar), maka hakikatnya saum Ramadhan akan memberikan hikmah dibakarnya atau dihanguskannya dosa-dosa orang yang saum. Janji Rasul SAW dalam beberapa haditsnya disebutkan bahwa "Siapa pun yang saum di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap rida Allah, maka ia akan diampuni segala dosa-dosanya yang telah lewat." (HR.Bukhari-Muslim). Dalam hadits lain yang serupa bentuk amalnya itu adalah melaksanakan qiyamu Ramadan, dan lain-lain.

Kelima, doa-doa orang yang saum akan dikabulkan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi dari Sahabat Abu Hurairah ra, Rasul SAW pernah menyatakan bahwa ada tiga golongan orang yang doanya mustajab, yaitu: pemimpin yang adil, orang yang saum sampai berbuka, dan doanya orang yang dianiaya.

Keenam, adanya bonus Lailatul Qadr. Ibn Katsir berpendapat bahwa keutamaan Lailatul Qadr kalau dikonversikan ke dalam usia manusia sama dengan 83 tahun 3 bulan, artinya jika seseorang bisa beramal tepat pada malam tersebut, maka ia seolah telah beramal seukuran dengan amalan seseorang selama 1000 bulan. Subhanallah.

Ketujuh, mengejar level ketaqwaan. Tujuan dari saum hakikatnya adalah menggapai ketaqwaan. Uniknya, ketika Allah menyatakan bahwa ketaqwaan yang hendak dicapai oleh orang beriman dalam QS.Al-Baqarah : 183 menggunakan bentuk fi'il Mudhari yang bermakna lil istimraar (kontinuitas beramal). Pada akhirnya Allah menjajikan surga, keridaan, kemuliaan hanya bagi orang-orang yang bertaqwa.

Kita mengharapkan semoga Ramadan 1432 H ini merupakan Ramadan yang terindah & terbaik sepanjang hidup kita karena kita belum pasti akan bisa merasakan lagi Ramadan-Ramadan berikutnya. Tiga hal yang mesti diperhatikan adalah sebelum, sesudah, dan saat Ramadan. Amin. (Penulis adalah Penyuluh Agama Islam pada Kementerian Agama Kantor Kab. Bandung & Mahasiswa S3 UIN SGD Bandung)**

Oleh: Ihsan Faisal, M.Ag (Galamedia) 
Memaksimalkan Momentum Bulan Ramadhan. 

Menu Makanan Sehat saat Sahur & Berbuka Puasa


Anda sekeluarga tentu tidak ingin berpuasa dengan badan lemas karena kurangnya gizi dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.oleh karena itu mari simak tips menu makanan sehat untuk berbuka dan sahur dari dr.Phaidon L.Toruan, sport nutritionist berikut ini:


Saat sahur:

- Utamakan air, vitamin, dan elektrolit. Artinya, minum air putih dan buah-buahan, atau jus buah tanpa gula. Air kelapa juga boleh. Caranya minum air kelapa dulu, dan karena sifat elektrolit di air kelapa , maka kita akan masih merasa haus baru dilanjutkan dengan minum air putih. Ketika tidur tubuh kita kehilangan berat 1-2 kg, dan itu adalah air. Jadi memulai puasa dengan restorasi cairan adalah langkah yang baik.

- Pilih menu utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Jenis karbohidrat ini lebih "tahan lama" dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood menjadi relatif lebih baik.

- Jangan lupakan serat, baik dari sayur atau buah. Selain membersihkan usus, serat adalah "sapu alami" yang membantu membersihkan sisa daging di sela- usus.

- Pilih lemak sehat atau minyak yang tidak digoreng, seperti zaitun, minyak kelapa atau flaxseed oil. Misalnya dalam bentuk sambal. Lemak membuat pergerakan makanan di perut menjadi lambat, sehingga lebih tahan lapar. Akan tetapi kalau diasup minyak gorengan, baik dari makanan siap saji yang dibeli semalam sebelumnya, atau menggoreng langsung, maka kita memasukkan radikal bebas ke dalam tubuh kita. Akibatnya manfaat puasa secara fisiologis berkurang.

Saat Berbuka :

- Minum yang manis alami tanpa gula. Air kelapa, jus buah melon atau semangka dan buah lainnya. Hindari gula pasir karena akan menyebabkan efek yoyo pada timbangan nantinya di hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik

- Karbohidrat kompleks akan lebih baik plus makanan yang tidak digoreng. Nasi putih, dan makanan gorengan akan membuat ngantuk saat tarawih. Gorengan mengikat oksigen darah sampai 20%

- Pasca buka puasa, konsumsi lagi air putih. Usahakan mulai buka puasa sampai tidur minimal masuk air 1 liter.

Contoh menu sahur sehat

- Nasi merah dengan soto ayam, sambal minyak zaitun dan buah pisang.

- Bubur kacang hijau dengan gula aren dan telur setengah matang dengan 3 putih telur dan 1 kuning telur. Buah jeruk

- Bubur oatmeal dengan telur rebus dan irisan tomat buah.

- Sandwich, roti gandum dengan butter atau selai kacang. Telur setengah matang 3 putih dan 1 kuning. Buah pepaya.

Contoh menu berbuka puasa

- Nasi merah dengan sate ayam, buah pisang.

- Nasi merah dengan soto ayam, buah jeruk.

- Spaghetti dengan saus tuna dan salad buah.


Jangan lupa prinsip makanan sehat adalah mengkonsumsi jenis makanan yang beragam, oleh karena itu perkayalah dan biasakan membuat menu makanan saat berbuka ataupun saat sahut yang berbeda-beda.

Selamat menunaikan Ibadah puasa.

Amalan Kesukaan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan AMALAN

AMALAN yang menghidupkan Ramadan ialah memperbanyakkan sedekah kerana sikap bermurah hati pada Ramadan adalah dituntut. Ibn Abbas melaporkan :

AMALAN yang menghidupkan Ramadan ialah memperbanyakkan sedekah kerana sikap bermurah hati pada Ramadan adalah dituntut. Ibn Abbas melaporkan: "Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada Ramadan ketika Jibril menemuinya lalu membacakan padanya al-Quran." (Hadis riwayat Bukhari)
1 . Membaca al-Quran
Disunatkan memperbanyakkan bacaan al-Quran pada bulan Ramadan kerana ia bulan al-Quran seperti firman Allah yang bermaksud: "... bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah." (Surah al-Baqarah, ayat 185)
Malaikat Jibril sentiasa bertadarus al-Quran dengan Nabi SAW setiap hari sepanjang Ramadan. Para salaf mendahulukan bacaan al-Quran daripada ibadah lain. Sebahagian salaf khatam al-Quran dalam masa tiga hari, sebahagiannya tujuh hari dan 10 hari pada Ramadan.
 
Saidina Uthman bin Affan khatam al-Quran setiap hari pada Ramadan. Imam Zuhri berkata apabila tiba Ramadan, "Sesungguhnya Ramadan itu bulan membaca al-Quran dan menyediakan makanan untuk orang berpuasa."

2 . Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa.
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Sesiapa yang memberikan makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya seperti pahala (orang yang berpuasa) dalam keadaan tidak berkurung sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu." (Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan ad-Darimi)
3 . Qiamullail
Disunatkan berjaga malam secara berjemaah pada bulan Ramadan iaitu solat terawih dan waktunya di antara solat Isyak hinggalah terbitnya fajar. Nabi sangat gemar mendirikan malam pada bulan Ramadan.
Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Sesiapa menghidupkan Ramadan dengan keimanan dan pengharapan pahala daripada Allah Taala, maka akan diampunkan segala dosanya yang terdahulu."
(Hadis riwayat Bukhari)
4. Solat tarawih
Solat tarawih adalah solat khusus yang hanya dilakukan pada Ramadan. Solat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan bersendirian, umumnya dilakukan secara berjemaah di masjid. Di sesetengah tempat, sebelum solat tarawih, diadakan ceramah singkat bagi menasihati jemaah.
5 .Mengerjakan umrah
Perkara disunatkan pada Ramadan adalah mengerjakan umrah berdasarkan sabda Baginda SAW yang bermaksud: "Umrah pada Ramadan (pahalanya) sama dengan (pahala) mengerjakan haji atau mengerjakan haji bersamaku." (Hadis riwayat Bukhari)
6. Zakat fitrah
Zakat fitrah dikeluarkan khusus pada Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya solat sunat hari raya. Setiap Individu Muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat fitrah. Nilai zakat fitrah adalah satu gantang makanan ruji atau setara dengan 2.7 kilogram beras

Pengantar Manajemen

Pengantar Manajemen Manajemen merupakan kata yang tidak asing lagi untuk semua orang. Kata yang telah masuk ke dalam pikiran kit...